Selasa, 20 Mei 2008

Balada Seekor Cicak

Seekor cicak mengendap-endap
merayap di dinding
terarah matanya pada serangga
yang beterbangan di sekitar lampu nyala

Ia menanti saat yang tepat
untuk menjawab jeritan perutnya
yang meminta dipenuhi segera

"HAP!"
Seekor nyamuk mengisi perutnya

Terdengar derap langkah mendekat
maka cicak pun berlari
sembunyi di sudut pintu
dan ...

"KREEESSS!"

Begitu pintu ditutup
gepeng tergencetlah si cicak
tanpa sempat merintih

Palindromos

KAKAK,
APA
ASA
INI
(masih)
ADA?
ASA
(sudah)
TAMAT
(di bawah pohon)
ARA

Minggu, 18 Mei 2008

Benih III

Kugenggam sebuah asa
kutabur, kutabur sehari ini terasa
menyenangkan sungguh serasa
andai seperti ini biasa

Hai, langit biru
mari bercumbu
mencipta setangkup rindu
mendaras kidung perayu
hingga nanti surya berlalu
diiring angin senja mendayu

Benih II

Fajar 'lah datang membawa segenggam harap
dalam senyuman hangatnya yang melindap
bergetar sukmaku manakala kami bersitatap
membawa irama hidup baru nan berderap

Hai, matahariku
apa kabarmu?
Setelah semalam istirahatmu
akankah kau siap kembali berjalan bersamaku?

Selasa, 13 Mei 2008

Benih I

Menjelang temaram sinar matahari
kusapa dirimu, hai angin senja
setelah seharian engkau menemaniku bercanda
mengusir sepi yang datang sejak dini hari


Manakala semburat jingga di angkasa
aku menangkupkan telapak tangan
kurangkum sepucuk doa
sembari berbisik,
Selamat tidur, Angin Senja
nyenyaklah istirahatmu
agar esok kita bisa bermain-main lagi
bercanda dengan sunyi

Jari

Jariku menekan tombol "J"
untuk mengawali Kebun Puisi
yang akan kutaburi benih-benih kata
kusemai dan kupelihara
agar kebunku berseri
menyongsong hari

Jariku menekan tombol "I"
untuk mengakhiri tulisan awal di Kebun Puisi ini